Menyapu Budapest dalam Dua Hari (Bagian V)

Saat hari mulai siang dan perut mulai terasa lapar, aku dan Mitha memutuskan untuk menyelesaikan petualangan di Buda Castle. Kami berjalan menuju pintu keluar. Di sana terlihat beberapa toko suvenir dan restoran berjajar. Mata kami langsung menangkap sebuah pamflet dengan tulisan Bahasa Inggris yang kurang lebih berarti “Kentang, sup, dan ayam hanya 1700 Forint”. Harga…

Menyapu Budapest dalam Dua Hari (Bagian II)

  Hari pertama pada petualangan kami, aku dan Mitha bangun kesiangan. Kami menyadari saat itu jam sudah menunjukkan pukul 10 pagi. Maklum, kami sangat lelah setelah melakukan perjalanan panjang.             Selesai mandi, kami pun sarapan. Menunya adalah sereal cokelat campur susu yang kami beli saat berada di Praha. Mitha membuka mesin pencari dan mulai memilih-milih…

Jogja, Analogi Tentangmu

Aku tak akan berhenti berbicara tentang bagaimana Jogja membentuk pikiranku, tentang jalan-jalannya yang terbuat dari rindu, langitnya yang tiada pernah sendu, atau udaranya yang segar di paru-paru. Jika saat ini aku sedang belajar analogi kata, mungkin pembicaraan tentang Jogja tidak akan lepas dari pembicaraan tentangmu. Jujur saja, aku tidak pandai berbicara, tidak piawai memainkan analogi…

“KOSONG”

Hari ini pagi menyambutku dengan dingin Awan malam masih tinggal di halaman depan Mungkin bukan awan malam, Mungkin hanya kesedihan yang betah menetap dari tadi malam Hari ini udaraku abu-abu Cahayaku redup Orang-orangku sibuk Jadi hanya ada gelap dan aku. Tidak ada senyuman. Tidak seperti biasa. Atau mungkin sebenarnya seperti biasa, Aku saja yang tidak…

Hobi yang Menghasilkan Uang

Oleh: Eileen Publisher             Siapa bilang hobi tidak bisa menghasilkan uang? Pada kenyataannya suatu hobi itu dapat menghasilkan uang dan bisa menjadi sumber penghasilan bagi seseorang. Hal ini tentu tengah dirasakan oleh seorang mahasiswa Etnomusikologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara ini. Ia adalah Ainal Sabri seorang pria yang berasal dari Padang Panjang, Sumatera Barat….

Menyapu Budapest dalam Dua Hari (Bagian IV)

14 Februari 2017. Aku dan Mitha sudah selesai mandi sebelum jam menunjukkan pukul 6 pagi. Setelah itu, kami sarapan. “Kita berangkat cepat hari ini biar kamu bisa bikin tugas kuliah nanti malam,” kata Mitha. Waktu itu, semester baru di kampusku memang sudah dimulai. Namun, karena aku baru selesai melakukan proyek sosial di Polandia, aku berpikir…

Menyapu Budapest dalam Dua Hari (Bagian III)

         Aku dan Mitha tidak sempat melihat lokasi pemandian di Szechenyi Thermal Bath, karena untuk masuk ke sana, kami harus membeli tiket. Kami menahan diri mengingat uang saku kami yang pas-pasan. Lagipula, saat itu kami tidak membawa perlengkapan mandi. Oleh karena itu, aku dan Mitha hanya duduk di ruang tunggu.    …